
Kisah pilu penolakan jenazah seorang perawat RSUP Kariadi Semarang terjadi di Kabupaten Semarang pada Kamis (9/4). Jenazah perawat perempuan yang positif Virus Corona atau COVID-19 itu ditolak saat akan dimakamkan di samping makam ayahnya di Kecamatan Ungaran Barat.
Perawat warga Susukan Kabupaten Semarang itu hendak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Siwarak, lingkungan Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat hari Kamis (9/4).
Humas Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan mengatakan perawat RSUP dr Kariadi Semarang itu berstatus positif COVID-19.
"Memang tinggal di Susukan, keluarga besar dimakamkan di Sewakul, jadi minta di sebelah bapaknya, ada penolakan," kata Alexander saat dihubungi detikcom, Jumat (10/4/2020).
Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, Edy Wuryanto mengungkap, jenaah perawat itu akhirnya dibawa lagi ke Kota Semarang dan diputuskan untuk dimakamkan di kompleks Pemakaman dr Kariadi yang berada di kawasan TPU Bergota.
"Jadi akhirnya yang bersangkutan dimakamkan di makam keluarga dr Kariadi, pahlawan Nasional yang namanya diabadikan di RSUP dr Kariadi. Semalam jam 19.00 sampai 20.00-an, itu bukan kompleks makam umum tapi lokasinya RSUP dr Kariadi di Bergota," kata Edy.
Berita teratas - Google Berita
April 11, 2020 at 09:53AM
https://ift.tt/2wvYboN
Kisah Pilu Penolakan Jenazah Perawat Corona di Semarang - Detiknews
Berita teratas - Google Berita
https://ift.tt/2neeZMr
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kisah Pilu Penolakan Jenazah Perawat Corona di Semarang - Detiknews"
Post a Comment