
Ketua Tim Ahli Cagar budaya (TACB) DKI Jakarta Mundardjito berbicara kepantasan penyelenggaraan Formula E di Monas. Hal itu menurutnya harus diperhatikan karena Monas adalah cagar budaya.
"Pantas nggak di masjid gelar dangdut? Kan, tidak pantas. Kepantasan itu ada di etika. Pantas nggak di Monas itu ada balapan? Itu kita sampaikan," ucap Mundardjito saat Rapat Kerja Komisi E DPRD DKI Jakarta, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2020).
Menurut Mundardjito, Monas memiliki sejarah penting dan dibangun oleh Presiden Sukarno. Maka, seharunya Monas dilestarikan
"Kebetulan di Monas kita mengetahui bahwa itu adalah mempunyai nilai penting. Cagar Budaya nilai pentingnya apa? Di halaman Medan Merdeka ada hasil Bung Karno. Jadi ada suatu hal yang penting secara sejarah. Ada namanya etika pelestarian," ucap Mundardjito.
Berita teratas - Google Berita
February 20, 2020 at 08:28AM
https://ift.tt/32cg876
TACB DKI soal Formula E Monas: Pantaskah di Masjid Gelar Dangdutan? - detikNews
Berita teratas - Google Berita
https://ift.tt/2neeZMr
Bagikan Berita Ini
0 Response to "TACB DKI soal Formula E Monas: Pantaskah di Masjid Gelar Dangdutan? - detikNews"
Post a Comment